Minggu, 21 April 2013

Because…. I Love You



 


Tittle : Because…. I Love You
Author : Sung Yong Joon
Cast : Oh Sehun, Tiffany Hwang
Other Cast : Lee Donghae, Jessica Jung
Genre : Sad Romance


Tiffany mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu yang masuk dalam matanya.
‘Sepertinya ini bukan kamar ku.’ Tiffany mengusap matanya agar penglihatannya semakin jelas. Benar saja ini memang bukan kamarnya, karena kamar ini begitu kecil dan isinya pun sederhana, hanya ada tempat tidur, almari, meja belajar dan meja kecil yang berada disamping tempat tidur. Sangat berbeda jauh dengan kamar Tiffany yang megah dan mewah serta barang-barang yang elit dan juga mewah.
Saat Tiffany sedang berkutat dengan pikirannya yang menerka-nerka ‘dimana Ia sekarang.’ Tiba-tiba seorang namja yang err.. Tampan tapi sepertinya dia masih kecil-lebih muda dari Tiffany-, masuk membawa nampan yang berisi makanan dan susu.
“Eohh.. Kau sudah sadar Noona ?” Namja itu langsung meletakkan nampan tersebut di atas meja kecil disamping tempat tidur lalu duduk di pinggir tempat tidur. “Aku.. dimana ?” Tiffany bertanya dengan sedikit rasa takut.
“Tenanglah Noona. Kau sekarang di rumah ku. Tadi aku melihat mu pingsan di pinggir jalan . Sebenarnya aku ingin mengantarkan mu kerumah mu tapi aku tidak tahu alamat rumah mu, lalu ku bawa saja kau kerumah ku.” Namja itu pun menjelaskan kepada Tiffany agar Tiffany tidak berpikir macam-macam tentang dirinya. “Gomawo sudah menolong ku.” Tiffany berusaha bangun dari tidurnya tapi rasa pusingnya datang kembali “aww…” Tiffany merintih kesakitan seraya memegangi kepalanya yang teramat sakit.
“Gwaenchanayo Noona ?” Namja tersebut bertanya dengan sangat khawatir lalu membantu Tiffany untuk duduk diatas tempat tidurnya.
“Gomawo.” Ucap Tiffany dengan sedikit senyuman yang menambah kecantikannya meskipun wajahnya masih terlihat pucat.
“Nama mu siapa ?” Akhirnya Tiffany berani juga menanyakan nama namja tersebut.
“Naneun Oh Sehun Imnida.” Namja tersebut-Sehun-  memperkenalkan dirinya dengan diiringi senyuman yang menurut Tiffany sangat manis.
“Naneun Tiffany Hwang Imnida.” Tiffany ikut memperkenalkan dirinya. Nampaknya Tiffany sudah tidak takut lagi dengan Sehun.
“Noona, apa kau dari tadi pagi belum makan ?” Tiffany hanya menganggukkan kepalanya dengan lemah.
“Sudah ku duga.” Gumam Sehun kecil. Hampir seperti bisikan. Sehun mengambil makanan yang ditaruhnya tadi di meja kearah Tiffany.
“Ini , Makanlah.” Tiffany memandang makanan itu lalu menoleh kearah Sehun.
“Mi.. Mianhae aku hanya bisa memasak Ramen ini, karena bahan makan dirumah ku sudah habis dan  aku lupa untuk belanja minggu ini. Jika aku belanja terlebih dahulu pasti akan sangat lama lalu aku putuskan saja untuk memasak Ramen ini. Tapi jika kau tidak suka, kau tidak perlu memakannya.” Sehun menjelaskan panjang lebar, Ia khawatir  jika Tiffany tidak menyukai Ramen buatannya karena Ia tahu kalau Tiffany adalah anak konglomerat yang sangat kaya raya dan pasti Tiffany selalu makan makanan yang lezat, tidak seperti Ramen buatannya. Tiffany terkekeh kecil lalu merebut Ramen yang masih berada di tangan Sehun. “Siapa bilang aku tidak suka ?” Dugaan Sehun melesat  jauh, karena sekarang Tiffany telah memakan Ramen buatannya dengan sangat lahap. Sehun tersenyum memandang Tiffany.
“Ini makanan paling enak yang pernah ku makan.” Puji Tiffany setelah Ia selesai makan.
Sehun mengambil mangkuk bekas makanan Ramen ditangan Tiffany lalu menggantinya dengan susu.
“Minumlah.. Ini masih hangat.” Tiffany mengambil susu itu lalu meneguknya hingga habis. Sehun hanya tersenyum memandangnya .
“Apa kau sudah merasa lebih baik Noona ?”Tanya Sehun.
Tiffany menganggukkan kepalanya lalu tersenyum “Nde. Aku sudah merasa lebih baik sekarang. Ini berkat mu. Gomawo Sehun-ssi”
“Tidak usah seformal itu Noona.”
“Eohh, baiklah. Kau juga jangan memanggil ku Noona. Jika kau memanggilku Noona, aku terlihat sangat tua.”Sehun terkekeh kecil, lalu berkata “Bukankah kau memang lebih tua dari ku Noona.” Tiffany kaget memandang Sehun tak percaya. “Benarkah ?” Tanya Tiffany memastikan. Sehun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
“Memang berapa umur mu ?” Tanya Tiffany yang masih tidak percaya.
“20 tahun.” Jawab Sehun
“Aku sebenarnya sudah yakin kau lebih muda dari ku. Aku tadi hanya sedikit memastikan saja.” Tiffany mencoba menutupi dirinya karena malu. Entahlah malu karena apa. Tapi hal itu membuat Sehun ingin tertawa geli melihat Tiffany.
“Benarkah ?” Tanya Sehun dengan nada sedikit menggoda.
“Nde. Benar.” Sehun terkekeh-lagi- melihat tingkah lucu Tiffany, tetapi tiba-tiba saja dia teringat sesuatu.
“Hmmt.. Noona, ini sudah larut malam. Aku yakin orang tua mu pasti sangat mengkhawatirkan mu  jika kau belum pulang sekarang.” Sehun mencoba memperingatkan, karena memang sudah larut malam. Tiffany mengernyitkan dahi kearah Sehun.
“Mianhae, bukan maksut ku mengusir mu atau bagaimana. Tapi aku juga khawatir pada mu Noona. Bukankah tidak baik seorang yeoja belum pulang sampai larut malam seperti ini.” Sehun lebih menjelaskan lagi, agar Tiffany tidak mengira bahwa dia tidak suka Tiffany berada dirumahnya atau bagaimana. Dia benar-benar mengkhawatirkan yeoja tersebut.
Tiffany tersenyum lembut kearah Sehun, lalu berkata “Aku mengerti.”

**

Tiffany melangkahkan kakinya dengan sangat ceria memasuki kampusnya ‘Kyunghee University’, meskipun kemarin malam Ia ‘dinasehati’ oleh pengawal-pengawalnya dan di hujani berbagai pertanyaan sampai dia harus mendengarkan ‘ceramah-caramah’ itu hampir satu jam dan membuat telinga Tiffany panas, tetapi itu tidak menyurutkan senyum Tiffany yang terus terukir dibibirnya semenjak kejadian kemarin. Entahlah kenapa dia menjadi sangat bahagia jika mengingat satu nama yang dari kemarin terus menghantuinya ‘Oh Sehun’. Entahlah Tiffany juga tidak mengerti kenapa dia merasa bahagia jika mengingat nama itu. Apa dia jatuh cinta pada seseorang bernama Oh Sehun ? Entahlah~
Setelah Tiffany sampai di depan kelas Tiffany langsung memasuki kelasnya. Dia tidak sabar menceritakan hal kemarin kepada sahabatnya.
“Hay Jessica.” Sapa Tiffany riang, lalu duduk disamping sahabatnya-Jessica-
Jessica menoleh kearah Tiffany dengan tatapan marah tapi yang ditatapnya malah masih senyam-senyum tidak jelas. Setelah beberapa menit Tiffany ikut menoleh kearah Jessica karena Ia merasa ada yang menatapnya dari tadi, dan benar saja Jessica masih menatapnya dengan mengerikan.
“A.. Ada apa ?” Tanya Tiffany sedikit takut karena tatapan Jessica yang sepertinya ingin menerkamnya sekarang juga.
“Kau.. Kemarin kau dari mana saja heh ? Kau tahu semua orang mencari mu dan mengkhawatirkan mu. Pengawal-pengawal bodoh mu itu terus-menerus menelpon ku. Dan kau tahu Tiffany Hwang, kemarin aku ditahan dirumah mu hampir 3 jam, karena pengawal-pengawal  bodoh mu itu tidak mempercayai ku. Mereka pikir aku menyembunyikan mu. Apa mereka gila, menuduh ku menyembunyikan mu. Untuk apa juga aku menyembunyikan mu. Dan kau, Kenapa kau tak memberi kabar heh ?” Jessica sedikit-membentak- Tiffany dengan tatapan yang masih sama-tatapan membunuh- membuat Tiffany takut menatap Jessica.”
“Jawab aku Tiffany Hwang !” Jessica menuntut  jawaban Tiffany.
Tiffany menarik napasnya dan dia mencoba memberanikan diri menatap sahabat satu-satunya itu.
“Kemarin aku menunggu jemputan, aku sudah menunggu lama tapi tak kunjung datang, lalu kuputuskan untuk naik taksi. Tapi pada saat aku menunggu taksi kepala ku terasa sangat sakit dan akhirnya aku.. Pingsan.” Kalimat terakhir Tiffany membuat Jessica kaget, tak dapat Ia pungkiri Ia menjadi khawatir dengan Tiffany.
“Tapi apa kau tidak apa-apa ? Apa ada yang menolong mu ? Siapa dia ? Dan kenapa kau tidak memberi tahu ku jika kemarin kau telat di jemput? Jika kau memberi tahu ku kan kita bisa pulang bersama.” Jessica mengajukan banyak pertanyaan karena memang Ia sangat khawatir dengan Tiffany. Tiffany tersenyum, nampaknya Tiffany tidak takut lagi dengan Jessica, karena Jessica sekarang tidak menatapnya dengan tatapan membunuh tapi dengan tatapan khawatir.
“Aku tidak apa-apa.. Ya, kemarin memang ada yang menolong ku. Dia seorang namja.” Belum selesai Tiffany menjelaskan tapi sudah dipotong oleh Jessica.
“Siapa namja itu ? Siapa nama-nya ? Apa dia kuliah disini ?”
“Namja itu bernama Oh-“ Ucapan Tiffany terpotong-lagi- tapi kali ini bukan karena Jessica tetapi karena Park Songsaenim yang sudah masuk kekelas mereka.
“Lanjutkan nanti.” Bisik Jessica.

**

“OMO !! Aku melupakan sesuatu.” Sentak Jessica kaget setelah melihat layar ponselnya, tentunya setelah pelajaran Park Songsaenim selesai.
“Ada apa ?” Tanya Tiffany
“Aku lupa hari ini Donghae Oppa ada pertandingan basket, acaranya pun diadakan dikampus ini dan pertandingannya kurang setengah jam lagi. Tiffany apa setelah ini kita masih ada jam lain ?” Tanya Jessica
“sepertinya tidak. Karena hari ini kita hanya ada pelajaran Park Songsaenim saja.”
“Jinjjayo ?” Wajah Jessica sekarang nampak sangat berseri-seri. Tiffany mengangguk cepat sebagai jawabannya.
“Kalau seperti itu, kajja kita melihat pertandingannya sekarang. Sudah tidak ada waktu lagi.” Jessica segera menarik tangan Tiffany untuk mengikutinya dan Tiffany hanya menurut saja.
Tiffany dan Jessica sudah sampai di tempat pertandingan basket, lalu mereka langsung mencari tempat duduk yang berada di tengah karena di depan sudah sangat penuh, meskipun di tengah mereka masih bisa melihatnya dengan sangat jelas.
“Donghae Oppa !!” Jessica berteriak dengan sangat keras saat Club Donghae sudah memasuki lapangan pertandingan tapi tidak ada yang memperhatikannya karena orang-orang ditempat itu juga berteriak-teriak. Donghae nampaknya mendengar teriakan Jessica karena setelah Jessica berteriak Donghae langsung melihat kearah Jessica dan Tiffany lalu tersenyum dan melambaikan tangannya, melihat itu Jessica juga ikut melambaikan tangannya, sedangkan Tiffany hanya membalas senyuman Donghae dan tidak membalas lambaian tangan Donghae.
Apa kalian mau tahu tentang Donghae ?
Donghae atau lebih lengkapnya Lee Donghae, Ia adalah Ketua Club Basket di Kyunghee University ini. Dia namja yang tampan, dewasa, keren, kaya, pokoknya perfect di mata para yeoja termasuk Jessica yang sangat menggilai Donghae tetapi tidak menarik sama sekali bagi Tiffany. Donghae dulu sempat tertarik dengan Tiffany karena hanya Tiffany lah yeoja yang tidak terpesona dengannya tetapi hal itu dimanfaatkan oleh Jessica supaya bisa dekat dengan Donghae. Donghae pernah mengungkapkan cintanya pada Tiffany tetapi Ia tidak diterima karena Tiffany tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Donghae kecuali perasaan sebagai Teman dan Tiffany juga tidak mau menyakiti hati Sahabatnya sendiri-Jessica- karena Tiffany tahu betapa cintanya Jessica terhadap Donghae. Tiffany meminta Donghae untuk menjadi namjachingu-nya Jessica, awal hubungan mereka Donghae sama sekali tidak mencintai Jessica tetapi setelah lama berhungan dan semakin dekat Donghae akhirnya bisa mencintai Jessica dengan tulus dan tidak mengharapkan Tiffany lagi.
Setelah Club Donghae sudah memasuki lapangan semuanya, ada yang menarik perhatian Tiffany. Ia menyipitkan matanya memastikan Ia tidak salah melihat.
“Sehuna.” Tiffany bergumam kecil masih dengan mata sipitnya.
Tiffany sudah yakin, sangat yakin dia tidak salah melihat setelah namja itu tersenyum kearah Tiffany, Tiffany pun membalas senyumannya dan memperlihatkan eye smile cantiknya.
Pertandinganpun sudah dimulai, teriakan-teriakan histeris sudah mewarnai ruangan ini. Mata Jessica tidak bisa lepas dari namjachingunya  –Donghae- sedangkan Tiffany juga hanya memfokuskan matanya pada satu namja yaitu ‘Oh Sehun’. Tiffany baru sadar jika Sehun satu kampus dengannya dan Sehun juga satu Club basket dengan Donghae. Tetapi Tiffany tidak pernah melihat Sehun saat Tiffany melihat Club Donghae latihan basket. Tiffany tidak terlalu memperdulikan itu, yang terpenting sekarang mereka satu kampus. Apakah Tiffany senang ? Ya, tentu saja senang, bahkan sangat senang. Kenapa Tiffany merasa sesenang itu ? Entahlah, Dia juga tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. -__-
Setelah melewati beberapa Ronde yang menegangkan akhirnya Club Donghae yang memenangkannya. Semua pendukung Club Donghae-pun bersorak senang tak terkecuali Jessica.
“Kajja kita kesana !” Ajak Jessica dan langsung menarik lengan Tiffany
Jessica dan Tiffany turun mendekati Club Donghae yang Nampak kelelahan. Jessica langsung mendekati Donghae dan memberikan botol minuman, entahlah Jessica mendapatkan minuman itu dari mana karena tadi Jessica tidak membawa botol minuman. Jessica sudah dengan Donghae sedangkan Tiffany  kini mendekati namja yang sedari tadi tak bisa Ia lepaskan dari tatap matanya. Tiffany terus melangkah kearah namja yang masih membelakangi  Tiffany. Tiffany menarik napas sejenak mengontrol detak jantungnya yang sudah tidak karuan sebelum Ia memanggil namja tersebut. Tetapi belum sempat Tiffany memanggil namja didepannya, namja tersebut sudah membalikan tubuhnya. Ia kaget melihat Tiffany yang berdiri dihadapannya.
“Eohh.. Noona, ada apa ?” Tanya namja itu, Ia juga berusaha mengontrol jantungnya yang tiba-tiba saja mau melompat dari dalam tubuhnya.
“Sehunaa.. Aku hanya ingin mengucapkan Selamat, Aku tak menyangka kau sangat hebat bermain basket.” Tiffany mengulurkan tangannya dengan senyum dan eye smile nya yang menghiasi wajah cantik nan manisnya.
“Gomawoyo Noona.” Sehun menggapai uluran tangan Tiffany, mereka sama-sama melemparkan senyum mautnya. Sudah cukup lama mereka bersalaman tetapi nampaknya tidak ada yang mau melepaskan tautan tangan mereka masing-masing. Sampai akhirnya ada suara deheman orang lain yang menyadarkan mereka dan seketika itu mereka menjadi salah tingkah sendiri dan pipi mereka menjadi merah. Setelah dilihat ternyata yang berdehem itu Jessica dan Donghae denga Jessica menggandeng tangan Donghae dan diiringi senyum jahil dikeduanya. Jessica dan Donghae mendekat kearah Tiffany dan Sehun.
“Tiffany, dia siapa ?” Tanya Jessica dengan tatapan mengarah kearah Sehun.
“Dia namja yang kuceritakan tadi. Yang menolong ku kemarin waktu aku pingsan.” Jawab Tiffany
“Eohh kau yang sudah menolong sahabat ku yang nakal ini ne. Gomawo.” Ucap Jessica pada Sehun dan Sehun hanya tersenyum
“Kau kemarin pingsan ne ? Apa kau tidak apa-apa ?” Tanya Donghae khawatir
“Tidak apa-apa Oppa. Ini juga berkat Sehun yang menolong ku kemarin.”
“Gomawo Sehun-ah sudah menolong yeodongsaeng ku ini.” Kini Donghae yang berterima kasih pada Sehun. Donghae sudah menganggap Tiffany seperti yeodongsaengnya sendiri.
“Ne.” Jawab Sehun dengan senyum yang masih terukir di bibirnya.
“Eohh.. Nama mu Sehun. Perkenalkan naneun Jessica Jung Imnida.” Jessica sedikit membungkukkan dirinya pada saat memperkenalkan diri.
“Ne. Naneun Oh Sehun Imnida.” Sehun ikut membungkuk member salam pada Jessica.
“Tidak terlalu buruk.” Bisik Jessica di telinga kanan Tiffany. Tiffany memandang bingung Jessica dan mengkerutkan dahinya sedangkan Jessica hanya tertawa kecil melihat ekspresi Tiffany.
“Bagaimana jika kita merayakan kemenangan ini. Aku yang akan membayar semuanya, tetapi hanya kita berempat saja ne.” Ajak Donghae dan semuanya pun mengangguk setuju.


Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Search