Tittle : Because…. I
Love You
Author : Sung Yong
Joon
Cast : Oh Sehun,
Tiffany Hwang
Other Cast : Lee
Donghae, Jessica Jung
Genre : Sad Romance
Tiffany mulai mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya lampu
yang masuk dalam matanya.
‘Sepertinya ini bukan kamar ku.’ Tiffany mengusap matanya
agar penglihatannya semakin jelas. Benar saja ini memang bukan kamarnya, karena
kamar ini begitu kecil dan isinya pun sederhana, hanya ada tempat tidur, almari,
meja belajar dan meja kecil yang berada disamping tempat tidur. Sangat berbeda
jauh dengan kamar Tiffany yang megah dan mewah serta barang-barang yang elit
dan juga mewah.
Saat Tiffany sedang berkutat dengan pikirannya yang
menerka-nerka ‘dimana Ia sekarang.’ Tiba-tiba seorang namja yang err.. Tampan
tapi sepertinya dia masih kecil-lebih muda dari Tiffany-, masuk membawa nampan
yang berisi makanan dan susu.
“Eohh.. Kau sudah sadar Noona ?” Namja itu langsung
meletakkan nampan tersebut di atas meja kecil disamping tempat tidur lalu duduk
di pinggir tempat tidur. “Aku.. dimana ?” Tiffany bertanya dengan sedikit rasa
takut.
“Tenanglah Noona. Kau sekarang di rumah ku. Tadi aku melihat
mu pingsan di pinggir jalan . Sebenarnya aku ingin mengantarkan mu kerumah mu
tapi aku tidak tahu alamat rumah mu, lalu ku bawa saja kau kerumah ku.” Namja
itu pun menjelaskan kepada Tiffany agar Tiffany tidak berpikir macam-macam
tentang dirinya. “Gomawo sudah menolong ku.” Tiffany berusaha bangun dari
tidurnya tapi rasa pusingnya datang kembali “aww…” Tiffany merintih kesakitan
seraya memegangi kepalanya yang teramat sakit.
“Gwaenchanayo Noona ?” Namja tersebut bertanya dengan sangat
khawatir lalu membantu Tiffany untuk duduk diatas tempat tidurnya.
“Gomawo.” Ucap Tiffany dengan sedikit senyuman yang menambah
kecantikannya meskipun wajahnya masih terlihat pucat.
“Nama mu siapa ?” Akhirnya Tiffany berani juga menanyakan nama namja tersebut.
“Naneun Oh Sehun Imnida.” Namja tersebut-Sehun- memperkenalkan dirinya dengan diiringi senyuman yang menurut Tiffany sangat manis.
“Nama mu siapa ?” Akhirnya Tiffany berani juga menanyakan nama namja tersebut.
“Naneun Oh Sehun Imnida.” Namja tersebut-Sehun- memperkenalkan dirinya dengan diiringi senyuman yang menurut Tiffany sangat manis.
“Naneun Tiffany Hwang Imnida.” Tiffany ikut memperkenalkan
dirinya. Nampaknya Tiffany sudah tidak takut lagi dengan Sehun.
“Noona, apa kau dari tadi pagi belum makan ?” Tiffany hanya
menganggukkan kepalanya dengan lemah.
“Sudah ku duga.” Gumam Sehun kecil. Hampir seperti bisikan.
Sehun mengambil makanan yang ditaruhnya tadi di meja kearah Tiffany.
“Ini , Makanlah.” Tiffany memandang makanan itu lalu menoleh
kearah Sehun.
“Mi.. Mianhae aku hanya bisa memasak Ramen ini, karena bahan
makan dirumah ku sudah habis dan aku
lupa untuk belanja minggu ini. Jika aku belanja terlebih dahulu pasti akan
sangat lama lalu aku putuskan saja untuk memasak Ramen ini. Tapi jika kau tidak
suka, kau tidak perlu memakannya.” Sehun menjelaskan panjang lebar, Ia
khawatir jika Tiffany tidak menyukai
Ramen buatannya karena Ia tahu kalau Tiffany adalah anak konglomerat yang
sangat kaya raya dan pasti Tiffany selalu makan makanan yang lezat, tidak
seperti Ramen buatannya. Tiffany terkekeh kecil lalu merebut Ramen yang masih
berada di tangan Sehun. “Siapa bilang aku tidak suka ?” Dugaan Sehun
melesat jauh, karena sekarang Tiffany
telah memakan Ramen buatannya dengan sangat lahap. Sehun tersenyum memandang Tiffany.
“Ini makanan paling enak yang pernah ku makan.” Puji Tiffany
setelah Ia selesai makan.
Sehun mengambil mangkuk bekas makanan Ramen ditangan Tiffany
lalu menggantinya dengan susu.
“Minumlah.. Ini masih hangat.” Tiffany mengambil susu itu
lalu meneguknya hingga habis. Sehun hanya tersenyum memandangnya .
“Apa kau sudah merasa lebih baik Noona ?”Tanya Sehun.
“Apa kau sudah merasa lebih baik Noona ?”Tanya Sehun.
Tiffany menganggukkan kepalanya lalu tersenyum “Nde. Aku
sudah merasa lebih baik sekarang. Ini berkat mu. Gomawo Sehun-ssi”
“Tidak usah seformal itu Noona.”
“Tidak usah seformal itu Noona.”
“Eohh, baiklah. Kau juga jangan memanggil ku Noona. Jika kau
memanggilku Noona, aku terlihat sangat tua.”Sehun terkekeh kecil, lalu berkata
“Bukankah kau memang lebih tua dari ku Noona.” Tiffany kaget memandang Sehun
tak percaya. “Benarkah ?” Tanya Tiffany memastikan. Sehun tersenyum lalu
menganggukkan kepalanya.
“Memang berapa umur mu ?” Tanya Tiffany yang masih tidak
percaya.
“20 tahun.” Jawab Sehun
“Aku sebenarnya sudah yakin kau lebih muda dari ku. Aku tadi
hanya sedikit memastikan saja.” Tiffany mencoba menutupi dirinya karena malu.
Entahlah malu karena apa. Tapi hal itu membuat Sehun ingin tertawa geli melihat
Tiffany.
“Benarkah ?” Tanya Sehun dengan nada sedikit menggoda.
“Nde. Benar.” Sehun terkekeh-lagi- melihat tingkah lucu
Tiffany, tetapi tiba-tiba saja dia teringat sesuatu.
“Hmmt.. Noona, ini sudah larut malam. Aku yakin orang tua mu
pasti sangat mengkhawatirkan mu jika kau
belum pulang sekarang.” Sehun mencoba memperingatkan, karena memang sudah larut
malam. Tiffany mengernyitkan dahi kearah Sehun.
“Mianhae, bukan maksut ku mengusir mu atau bagaimana. Tapi
aku juga khawatir pada mu Noona. Bukankah tidak baik seorang yeoja belum pulang
sampai larut malam seperti ini.” Sehun lebih menjelaskan lagi, agar Tiffany
tidak mengira bahwa dia tidak suka Tiffany berada dirumahnya atau bagaimana.
Dia benar-benar mengkhawatirkan yeoja tersebut.
Tiffany tersenyum lembut kearah Sehun, lalu berkata “Aku
mengerti.”
**
Tiffany melangkahkan kakinya dengan sangat ceria memasuki
kampusnya ‘Kyunghee University’, meskipun kemarin malam Ia ‘dinasehati’ oleh pengawal-pengawalnya
dan di hujani berbagai pertanyaan sampai dia harus mendengarkan
‘ceramah-caramah’ itu hampir satu jam dan membuat telinga Tiffany panas, tetapi
itu tidak menyurutkan senyum Tiffany yang terus terukir dibibirnya semenjak kejadian
kemarin. Entahlah kenapa dia menjadi sangat bahagia jika mengingat satu nama
yang dari kemarin terus menghantuinya ‘Oh Sehun’. Entahlah Tiffany juga tidak
mengerti kenapa dia merasa bahagia jika mengingat nama itu. Apa dia jatuh cinta
pada seseorang bernama Oh Sehun ? Entahlah~
Setelah Tiffany sampai di depan kelas Tiffany langsung
memasuki kelasnya. Dia tidak sabar menceritakan hal kemarin kepada sahabatnya.
“Hay Jessica.” Sapa Tiffany riang, lalu duduk disamping
sahabatnya-Jessica-
Jessica menoleh kearah Tiffany dengan tatapan marah tapi
yang ditatapnya malah masih senyam-senyum tidak jelas. Setelah beberapa menit
Tiffany ikut menoleh kearah Jessica karena Ia merasa ada yang menatapnya dari
tadi, dan benar saja Jessica masih menatapnya dengan mengerikan.
“A.. Ada apa ?” Tanya Tiffany sedikit takut karena tatapan
Jessica yang sepertinya ingin menerkamnya sekarang juga.
“Kau.. Kemarin kau dari mana saja heh ? Kau tahu semua orang
mencari mu dan mengkhawatirkan mu. Pengawal-pengawal bodoh mu itu terus-menerus
menelpon ku. Dan kau tahu Tiffany Hwang, kemarin aku ditahan dirumah mu hampir
3 jam, karena pengawal-pengawal bodoh mu
itu tidak mempercayai ku. Mereka pikir aku menyembunyikan mu. Apa mereka gila,
menuduh ku menyembunyikan mu. Untuk apa juga aku menyembunyikan mu. Dan kau,
Kenapa kau tak memberi kabar heh ?” Jessica sedikit-membentak- Tiffany dengan
tatapan yang masih sama-tatapan membunuh- membuat Tiffany takut menatap
Jessica.”
“Jawab aku Tiffany Hwang !” Jessica menuntut jawaban Tiffany.
Tiffany menarik napasnya dan dia mencoba memberanikan diri
menatap sahabat satu-satunya itu.
“Kemarin aku menunggu jemputan, aku sudah menunggu lama tapi
tak kunjung datang, lalu kuputuskan untuk naik taksi. Tapi pada saat aku
menunggu taksi kepala ku terasa sangat sakit dan akhirnya aku.. Pingsan.”
Kalimat terakhir Tiffany membuat Jessica kaget, tak dapat Ia pungkiri Ia
menjadi khawatir dengan Tiffany.
“Tapi apa kau tidak apa-apa ? Apa ada yang menolong mu ?
Siapa dia ? Dan kenapa kau tidak memberi tahu ku jika kemarin kau telat di
jemput? Jika kau memberi tahu ku kan kita bisa pulang bersama.” Jessica
mengajukan banyak pertanyaan karena memang Ia sangat khawatir dengan Tiffany.
Tiffany tersenyum, nampaknya Tiffany tidak takut lagi dengan Jessica, karena
Jessica sekarang tidak menatapnya dengan tatapan membunuh tapi dengan tatapan
khawatir.
“Aku tidak apa-apa.. Ya, kemarin memang ada yang menolong
ku. Dia seorang namja.” Belum selesai Tiffany menjelaskan tapi sudah dipotong
oleh Jessica.
“Siapa namja itu ? Siapa nama-nya ? Apa dia kuliah disini ?”
“Namja itu bernama Oh-“ Ucapan Tiffany terpotong-lagi- tapi
kali ini bukan karena Jessica tetapi karena Park Songsaenim yang sudah masuk
kekelas mereka.
“Lanjutkan nanti.” Bisik Jessica.
**
“OMO !! Aku melupakan sesuatu.” Sentak Jessica kaget setelah
melihat layar ponselnya, tentunya setelah pelajaran Park Songsaenim selesai.
“Ada apa ?” Tanya Tiffany
“Aku lupa hari ini Donghae Oppa ada pertandingan basket,
acaranya pun diadakan dikampus ini dan pertandingannya kurang setengah jam
lagi. Tiffany apa setelah ini kita masih ada jam lain ?” Tanya Jessica
“sepertinya tidak. Karena hari ini kita hanya ada pelajaran
Park Songsaenim saja.”
“Jinjjayo ?” Wajah Jessica sekarang nampak sangat
berseri-seri. Tiffany mengangguk cepat sebagai jawabannya.
“Kalau seperti itu, kajja kita melihat pertandingannya
sekarang. Sudah tidak ada waktu lagi.” Jessica segera menarik tangan Tiffany
untuk mengikutinya dan Tiffany hanya menurut saja.
Tiffany dan Jessica sudah sampai di tempat pertandingan
basket, lalu mereka langsung mencari tempat duduk yang berada di tengah karena
di depan sudah sangat penuh, meskipun di tengah mereka masih bisa melihatnya
dengan sangat jelas.
“Donghae Oppa !!” Jessica berteriak dengan sangat keras saat
Club Donghae sudah memasuki lapangan pertandingan tapi tidak ada yang
memperhatikannya karena orang-orang ditempat itu juga berteriak-teriak. Donghae
nampaknya mendengar teriakan Jessica karena setelah Jessica berteriak Donghae
langsung melihat kearah Jessica dan Tiffany lalu tersenyum dan melambaikan
tangannya, melihat itu Jessica juga ikut melambaikan tangannya, sedangkan
Tiffany hanya membalas senyuman Donghae dan tidak membalas lambaian tangan
Donghae.
Apa kalian mau tahu tentang Donghae ?
Donghae atau lebih lengkapnya Lee Donghae, Ia adalah Ketua
Club Basket di Kyunghee University ini. Dia namja yang tampan, dewasa, keren,
kaya, pokoknya perfect di mata para yeoja termasuk Jessica yang sangat
menggilai Donghae tetapi tidak menarik sama sekali bagi Tiffany. Donghae dulu
sempat tertarik dengan Tiffany karena hanya Tiffany lah yeoja yang tidak
terpesona dengannya tetapi hal itu dimanfaatkan oleh Jessica supaya bisa dekat
dengan Donghae. Donghae pernah mengungkapkan cintanya pada Tiffany tetapi Ia
tidak diterima karena Tiffany tidak mempunyai perasaan apapun terhadap Donghae
kecuali perasaan sebagai Teman dan Tiffany juga tidak mau menyakiti hati
Sahabatnya sendiri-Jessica- karena Tiffany tahu betapa cintanya Jessica
terhadap Donghae. Tiffany meminta Donghae untuk menjadi namjachingu-nya Jessica,
awal hubungan mereka Donghae sama sekali tidak mencintai Jessica tetapi setelah
lama berhungan dan semakin dekat Donghae akhirnya bisa mencintai Jessica dengan
tulus dan tidak mengharapkan Tiffany lagi.
Setelah Club Donghae sudah memasuki lapangan semuanya, ada
yang menarik perhatian Tiffany. Ia menyipitkan matanya memastikan Ia tidak
salah melihat.
“Sehuna.” Tiffany bergumam kecil masih dengan mata sipitnya.
Tiffany sudah yakin, sangat yakin dia tidak salah melihat
setelah namja itu tersenyum kearah Tiffany, Tiffany pun membalas senyumannya
dan memperlihatkan eye smile cantiknya.
Pertandinganpun sudah dimulai, teriakan-teriakan histeris
sudah mewarnai ruangan ini. Mata Jessica tidak bisa lepas dari namjachingunya –Donghae- sedangkan Tiffany juga hanya
memfokuskan matanya pada satu namja yaitu ‘Oh Sehun’. Tiffany baru sadar jika
Sehun satu kampus dengannya dan Sehun juga satu Club basket dengan Donghae.
Tetapi Tiffany tidak pernah melihat Sehun saat Tiffany melihat Club Donghae
latihan basket. Tiffany tidak terlalu memperdulikan itu, yang terpenting
sekarang mereka satu kampus. Apakah Tiffany senang ? Ya, tentu saja senang,
bahkan sangat senang. Kenapa Tiffany merasa sesenang itu ? Entahlah, Dia juga
tidak mengerti dengan perasaannya sendiri. -__-
Setelah melewati beberapa Ronde yang menegangkan akhirnya
Club Donghae yang memenangkannya. Semua pendukung Club Donghae-pun bersorak
senang tak terkecuali Jessica.
“Kajja kita kesana !” Ajak Jessica dan langsung menarik
lengan Tiffany
Jessica dan Tiffany turun mendekati Club Donghae yang Nampak
kelelahan. Jessica langsung mendekati Donghae dan memberikan botol minuman,
entahlah Jessica mendapatkan minuman itu dari mana karena tadi Jessica tidak
membawa botol minuman. Jessica sudah dengan Donghae sedangkan Tiffany kini mendekati namja yang sedari tadi tak
bisa Ia lepaskan dari tatap matanya. Tiffany terus melangkah kearah namja yang
masih membelakangi Tiffany. Tiffany
menarik napas sejenak mengontrol detak jantungnya yang sudah tidak karuan
sebelum Ia memanggil namja tersebut. Tetapi belum sempat Tiffany memanggil
namja didepannya, namja tersebut sudah membalikan tubuhnya. Ia kaget melihat
Tiffany yang berdiri dihadapannya.
“Eohh.. Noona, ada apa ?” Tanya namja itu, Ia juga berusaha
mengontrol jantungnya yang tiba-tiba saja mau melompat dari dalam tubuhnya.
“Sehunaa.. Aku hanya ingin mengucapkan Selamat, Aku tak
menyangka kau sangat hebat bermain basket.” Tiffany mengulurkan tangannya
dengan senyum dan eye smile nya yang menghiasi wajah cantik nan manisnya.
“Gomawoyo Noona.” Sehun menggapai uluran tangan Tiffany,
mereka sama-sama melemparkan senyum mautnya. Sudah cukup lama mereka bersalaman
tetapi nampaknya tidak ada yang mau melepaskan tautan tangan mereka masing-masing.
Sampai akhirnya ada suara deheman orang lain yang menyadarkan mereka dan
seketika itu mereka menjadi salah tingkah sendiri dan pipi mereka menjadi
merah. Setelah dilihat ternyata yang berdehem itu Jessica dan Donghae denga
Jessica menggandeng tangan Donghae dan diiringi senyum jahil dikeduanya.
Jessica dan Donghae mendekat kearah Tiffany dan Sehun.
“Tiffany, dia siapa ?” Tanya Jessica dengan tatapan mengarah
kearah Sehun.
“Dia namja yang kuceritakan tadi. Yang menolong ku kemarin
waktu aku pingsan.” Jawab Tiffany
“Eohh kau yang sudah menolong sahabat ku yang nakal ini ne.
Gomawo.” Ucap Jessica pada Sehun dan Sehun hanya tersenyum
“Kau kemarin pingsan ne ? Apa kau tidak apa-apa ?” Tanya
Donghae khawatir
“Tidak apa-apa Oppa. Ini juga berkat Sehun yang menolong ku
kemarin.”
“Gomawo Sehun-ah sudah menolong yeodongsaeng ku ini.” Kini
Donghae yang berterima kasih pada Sehun. Donghae sudah menganggap Tiffany
seperti yeodongsaengnya sendiri.
“Ne.” Jawab Sehun dengan senyum yang masih terukir di
bibirnya.
“Eohh.. Nama mu Sehun. Perkenalkan naneun Jessica Jung
Imnida.” Jessica sedikit membungkukkan dirinya pada saat memperkenalkan diri.
“Ne. Naneun Oh Sehun Imnida.” Sehun ikut membungkuk member
salam pada Jessica.
“Tidak terlalu buruk.” Bisik Jessica di telinga kanan
Tiffany. Tiffany memandang bingung Jessica dan mengkerutkan dahinya sedangkan
Jessica hanya tertawa kecil melihat ekspresi Tiffany.
“Bagaimana jika kita merayakan kemenangan ini. Aku yang akan
membayar semuanya, tetapi hanya kita berempat saja ne.” Ajak Donghae dan
semuanya pun mengangguk setuju.

Yogyakarta
0 komentar:
Kaskus
Only
:ilovekaskus
:iloveindonesia
:kiss
:maho
:najis
:nosara
:marah
:berduka
:malu:
:ngakak
:repost:
:repost2:
:sup2:
:cendolbig
:batabig
:recsel
:takut
:ngacir2:
:shakehand2:
:bingung
:cekpm
:cd
:hammer
:peluk
:toast
:hoax:
:cystg
:dp
:selamat
:thumbup
:2thumbup
:angel
:matabelo
:mewek:
:request
:babyboy:
:babyboy1:
:babymaho
:babyboy2:
:babygirl
:sorry
:kr:
:travel
:nohope
:kimpoi
:ngacir:
:ultah
:salahkamar
:rate5
:cool
:bola
by Pakto
:mewek2:
:rate-5
:supermaho
:4L4Y
:hoax2:
:nyimak
:hotrit
:sungkem
:cektkp
:hope
:Pertamax
:thxmomod
:laper
:siul
:2malu:
:ngintip
:hny
:cendolnya
by misterdarvus
:maintenis:
:maintenis2:
:soccer
:devil
:kr2:
:sunny
Posting Komentar